Sebuah rumah panggung tepi pantai di Outer Banks , Carolina Utara , runtuh ke Samudra Atlantik, sehingga jumlah total properti yang terendam laut di wilayah tersebut menjadi 12 dalam lima tahun terakhir.
Rumah dua lantai berdinding sirap kayu di ujung utara Pulau Hatteras ambruk diterjang ombak pada Selasa sore, meninggalkan puing-puing penuh paku berserakan di pasir. Mike Barber, juru bicara Cape Hatteras National Seashore, mengonfirmasi bahwa rumah tersebut tidak berpenghuni saat ambruk.
“Staf Seashore sedang bertugas hari ini, membersihkan pantai di sebelah selatan lokasi runtuhnya rumah,” ujar Barber dalam surel pada hari Rabu. Ia mengatakan pemilik rumah juga telah menyewa seorang kontraktor untuk “bekerja terutama di dekat lokasi runtuhnya rumah untuk membersihkan sebagian besar sisa struktur rumah dan puing-puing di sekitarnya yang terkait dengan keruntuhan.”
Sebelas rumah sebelumnya yang runtuh sejak Mei 2020 semuanya berada di desa kecil Rodanthe, titik paling timur di Carolina Utara, dan dipopulerkan oleh novelis Nicholas Sparks. Saat negara bagian itu dilanda Badai Erin baru-baru ini, banyak penduduk setempat sedang mengamati dua rumah di tepi pantai di sana, tetapi mereka selamat dari terjangan ombak.
Rumah terakhir yang ambruk berjarak kurang dari satu mil (1,6 kilometer) dari Mercusuar Cape Hatteras yang terkenal, yang dipindahkan 2.900 kaki (884 meter) ke daratan pada tahun 1999 untuk menyelamatkannya dari erosi.